Pakar ingatkan gaya hidup buruk ini dapat memicu kanker
Kanker masih menjadi penyakit paling mematikan yang belum ditemukan obat spesifiknya hingga saat ini. Berdasarkan data dari Yayasan Kanker Indonesia, di dalam negeri tercatat 400.000 pasien setiap tahunnya dengan jumlah kematian kurang lebih sebanyak 240.000 jiwa.
Itu artinya, terdapat 650 kasus atau pertambahan pasien kanker setiap harinya dalam kurun waktu satu tahun.
Indonesia sebagai negara berkembang sendiri mencatatkan pertumbuhan 30 persen kasus kanker, lebih besar 20 persen dibandingkan dengan negara-negara maju.
Dalam diskusi kesehatan edukasi Kanker yang bertepatan dengan Hari Kanker Sedunia saat ini, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. Aru Wicaksono Sudoyo menjelaskan penyebab terjadinya kanker pada manusia.
Prof Aru menyebut bahwa sebagian besar terjadinya kanker saat ini merupakan faktor gaya hidup dan pengaruh lingkungan yang buruk.
"Sekarang ini lingkungan atau environment itu sangat mempengaruhi gaya hidup kita, jika lingkungan kita ga mendukung, gaada edukasi hidup sehat, otomatis pola hidup kita jadi jelek," ujar Prof. Aru dalam diskusi kesehatan "Ngobrolin Kanker" di Jakarta
"Kalo gaya hidup kita udah jelek, pola makan nggak dijaga, kemungkinan besar bisa memicu kanker," sambungnya.
Dia juga menjelaskan bahwa kanker dapat dipicu dalam 15 sampai dengan 20 tahun manusia hidup dan melakukan pembelahan sel pada rentang 20 sampai 25 tahun.
"Kanker itu bisa muncul membutuhkan waktu antara 15 sampai dengan 20 tahun. Jika sudah ada tanda benjolan di tubuh atau dimanapun, segeralah diperiksa. Sel kanker mulai membelah diri itu antara rentan usia 20 sampai 25 tahun, ungkapnya.
Oleh karenanya, ketua Yayasan Kanker Indonesia tersebut mengajak masyarakat untuk mengedukasi pola hidup sehat kepada anak-anak di usia sedini mungkin untuk mencegah pertambahan kasus Kanker di Indonesia.
Hal senada juga diungkapkan wakil ketua YKI, Dr. Sally Salziah Sudrajat. Dalam kesempatan yang sama, dirinya menyebut bahwa life style medicine perlu diterapkan untuk pengganti obat dari penyakit kanker.
"Perubahan pola hidup atau life style medicine ini dapat menurunkan ketergantungan obat-obatan untuk penderita penyakit kronis seperti kanker, dan sebagai pengobatan jangka panjang, " ujar Dr. Sally.
"Karena Kanker atau beberapa penyakit kronis lainnya disebabkan oleh gaya hidup, karenanya dapat diberantas dengan gaya hidup (Lifestyle Medicine)," sambungnya.
Dia menyebut bahwa jika perubahan pola hidup seperti pemilihan nutrisi dslam makanan dilakukan dengan benar dapat mengubah keseluruhan kinerja tubuh kita.
"Perubahan pola hidup ini jika dikerjakan dengan benar, dapat mengubah kondisi kita bahkan dalam keadaan sakit, dibarengi dengan pola makan, apa yang kita konsumsi," tuturnya.
Dr. Sally juga menjelaskan bahwa makanan mengandung gula atau glukosa juga dapat menyebabkan sel kanker apabila dikonsumsi secara berlebih.
"Jika kita mengkonsumsi banyak glukosa, lalu terjadi penumpukan, sehingga hormon insulin tidak dapat mengubah glukosa menjadi energi dan kembali ke sel darah, makan sel akan rusak dan akan pecah sehingga menjadi partikel radikal yang dapat berubah menjadi sel kanker," ungkapnya.
Sebagai penutup, Dr. Sally mengingatkan bahwa edukasi pola hidup dapat menjadi pencegahan kanker sedari dini.
"Edukasi gaya hidup atau pola hidup dapat menjadi pilihan paling tepat saat ini dalam mencegah atau mengurangi pasien kanker," tutupnya.


0 Response to "Pakar ingatkan gaya hidup buruk ini dapat memicu kanker"
Posting Komentar