Pasang Iklan Gratis

Temuan Baru Kasus Kematian Arya Daru - Sosok Santri Tewas Ditikam Teman

 Berita populer regional dimulai dari update kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arya Daru Pangayunan.

Pihak keluarga mengungkap sejumlah temuan terbaru, salah satunya amplop misterius yang dikirim ke rumah Arya Daru di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Amplop berwarna coklat itu berisi simbol-simbol terbuat dari gabus putih.

Temuan terbaru membuat pihak keluarga Arya Daru meminta bantuan Presiden Prabowo untuk mengungkap misteri kematian pria berumur 39 tahun itu.

Kemudian ada kasus seorang santri tewas ditikam santri lain di Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Hikmah, Desa Matang Ginalon di Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan.

Kasus ini melibatkan MF (21) sebagai korban dan pelakunya berinisial MN (15).

MF adalah warga Desa Paya, Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS).

Dia dikenal taat beribadah dan sehari-harinya fokus pada hafalan Al-Quran.

Berikut selengkapnya berita populer regional selama 24 jam di Tribunnews.com:

1. Temuan Baru Kasus Kematian Diplomat Muda Arya Daru: Keluarga Terima Paket Berisi Simbol Misterius

Keluarga mengungkapkan temuan baru terkait kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arya Daru Pangayunan (39).

Arya diketahui meninggal dunia di kamar indekosnya di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada  8 Juli 2025. Kepala Arya ditemukan dalam kondisi terlilit lakban.

Temuan baru tersebut adalah sebuah amplop cokelat berisi simbol-simbol tersebut. Amplop tersebut diterima asisten rumah tangga ADP dari pria tidak dikenal saat pengajian mendiang ADP pada 9 Juli 2025 di rumah mereka di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Ada seseorang membawa amplop coklat, yang berisi simbol-simbol dari gabus putih, yaitu simbol bintang, hati, dan simbol bunga kamboja," kata kuasa hukum keluarga Arya, Nicholay Aprilindo dalam konferensi pers di Kotagede, DIY, Sabtu (23/8/2025). 

Ia menambahkan, amplop coklat tersebut dikirim oleh seseorang yang tidak dikenal oleh keluarga Arya.

"Itu sudah diserahkan kepada pihak keluarga kepada pihak-pihak yang melakukan penyelidikan. Kami minta diperdalam apa makna dari simbol-simbol itu, pesan apa yang terkandung dalam simbol itu," kata dia.

Sementara itu, Subaryono, ayah Arya meminta bantuan Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap misteri kematian anaknya. 

Subaryono mengatakan bahwa dirinya yang sudah berumur 70 tahun merasa lemah, dan peristiwa ini menyangkut anaknya yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

2. Seorang ASN Eselon II di Pati Dicopot dari Jabatannya oleh Sudewo padahal Baru Sebulan Menjabat

DPRD Pati, Jawa Tengah kembali gelar menggelar rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati, Sudewo, Kamis (21/8/2025).

Kali ini, rapat untuk memanggil Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendapatkan perlakukan 'tak biasa' dari Sudewo.

Pansus Hak Angket DPRD Kabupaten Pati mencium adanya kejanggalan dalam proses mutasi puluhan ASN pada masa kepemimpinan Sudewo.

Teguh Bandang Waluyo selaku Ketua Pansus menuturkan hal tersebut, Kamis (21/8/2025).

Pansus Hak Angket ini, dibentuk DPRD Pati sebagai langkah tuntutan masyarakat untuk pemakzulan Sudewo.

Pemakzulan sendiri merupakan proses resmi untuk memberhentikan seorang pejabat dari jabatannya, sebelum masa tugasnya berakhir.

Kepala daerah seperti gubernur atau bupati bisa dimakzulkan oleh presiden atas usulan DPRD, apabila terbukti melanggar sumpah jabatan atau melakukan pelanggaran hukum yang pemeriksaannya dilakukan oleh Mahkamah Agung.

Pansus Hak Angket DPRD Pati tersebut diketuai oleh Teguh Bandang Waluyo dari Fraksi PDIP dan wakilnya Juni Kurnianto dari Demokrat.

Pembentukan pansus tersebut merupakan respons atas meningkatnya konflik antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Terbaru, seorang ASN di lingkup Pemkab Pati bernama Agus Eko Wibowo, diturunkan jabatannya dari Eselon II ke staf biasa.

Agus mengaku kaget saat menerima Surat Keputusan (SK) Bupati pada Juli 2025, lalu.

3. Saat Gibran Disambut Pasukan Merah di Mempawah, Pasukan Penjaga Tradisi Dayak

Suasana di Keramat Patih Patinggi, Desa Sepang Takong, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, tampak riuh pada Sabtu siang.

Hampir seribuan warga Dayak tumpah ruah menghadiri perayaan ulang tahun pimpinan Ormas Adat Dayak yakni Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) atau Pasukan Merah,  Panglima Jilah yang ke-45.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Turun dari helikopter ia disambut pimpinan daerah setempat diantaranya Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Bupati Mempawah Erlina Norsan.

Wapres Gibran kemudian dikalungkan selendang dan rompi tenun Iban.

Menuju lapangan acara Wapres menyalami dan menyapa masyarakat setempat. Tiba di lapangan Wapres disambut dengan gegap gempita oleh Pasukan Merah, pasukan adat yang menjadi simbol kehormatan sekaligus penjaga tradisi masyarakat Dayak.

Wapres juga disambut oleh Panglima Jilah yang kemudian duduk berdampingan di atas panggung.

"Ini adalah warga masyarakat adat yang ada di sekitar ini. Mereka berbondong-bondong datang ke tempat ini untuk melihat sekaligus, orang yang dicintai bisa datang di tempat ini untuk menghadiri adat istiadat di tanah dayak," katanya.

Ia mengatakan pemerintah sudah mulai membangun daerah Mempawah. Sejak pemerintahan periode lalu, jalan menuju perbatasan Kalimantan diperbaiki.

0 Response to "Temuan Baru Kasus Kematian Arya Daru - Sosok Santri Tewas Ditikam Teman"

Posting Komentar